Geng-geng kota

1

“duh.. kebelet pipis…!” akupun berlari menuju toilet sekolah... dan tanpa sengaja aku menabrak seseorang di sana…

“Aduh.. maaf… aku dah kebelet…” kataku… namun ketika aku akan melanjutkan langkahku, aku ditariknya… “he..! lo jalan pake mata dong…!” kata anak itu… “karena lo udah tabrak gue… lo harus bayar dulu…!” katanya…

“hah…! Bayar..? enak aja… emang aku bikin cacat kamu apa..?!” kataku… sambil menahan rasa ingin buang air kecilku…

“eh… kurang ajar nih anak..! belon tau sapa gue…?!” bentaknya… “tau… lo orang yang pengen gue kencingin! Orang udah kebelet gini…! Setan lu..!!” kataku tak kalah dengan bentakannya…

“oh… lu cari gara-gara ma gue ya..!” seketika dia memukulku… tapi pukulannya dapat kutangkis,.. dan aku balik memukul mukanya… dengan telak dia pun sampai terjatuh di lantai… lalu tanpa memperdulikannya aku lanjutkan langkahku ke toilet dengan sedikit berlari…

Setelah selesai aku membuang hajat dan keluar dari toilet… anak laki-laki itu ternyata sedang menungguku di luar,.. rupanya dia tidak terima dengan pukulanku di mukanya… Dan tanpa bicara dia langsung menyerangku… maka terjadilah perkelahianku itu…

anak itu kalah…. Tapi ternyata tidak berakhir sampai di situ… di luar sekolah dia mengajak teman-temannya satu geng untuk mengeroyokku… aku yang memiliki bekal beladiri yang cukup tidak merasa takut ataupun khawatir dengan itu… dan benar… aku dapat mengalahkan mereka semua, meskipun mereka main keroyok… saat itu jumlah mereka ada 10 orang…

begitulah awalnya… di kota yang memiliki peringkat nomer wahid sepropinsi untuk tindak kriminal para pelajarnya ini aku menjalani hari-hariku… bukan hal yang aneh jika di setiap sekolah sma di kota ini memiliki geng-gengnya masing-masing, bukan geng yang positif tapi geng yang lebih menjurus ke arah negatif termasuk di sekolahku ini… karena aku mampu mengalahkan geng di sekolahku itu akupun sebenarnya ditunjuk untuk menjadi pemimpin mereka… tapi aku menolak… aku tidak mau berurusan dengan mereka…

tapi ternyata kenyataan berkata lain… aku yang sebenarnya tidak ingin terlibat sesuatu hal sekecil apapun dengan para geng itu baik geng di sekolahku terlebih geng di sekolah lain… bagiku cukup kejadian perkelahianku dengan geng di sekolahku itu saja menjadi urusan terakhir dengan mereka…

tapi ternyata tidak… aku seringkali berurusan dengan mereka… dari geng satu ke geng-geng yang lainnya… semuanya memang dapat kuselesaikan dengan kemenanganku berkelahi dengan mereka… entah urusan apa saja itu… aku sampai tidak bisa memahaminya… kenapa mereka senang sekali berkelahi… bahkan sampai menggunakan senjata tajam seperti itu… sedang aku meskipun dengan tangan kosong aku dapat mengalahkan mereka…

hingga menjadi terkenallah aku di antara para geng itu… seringkali aku menjadi bahan pembicaraan mereka… bahkan ada yang ingin meminta jasaku untuk mengalahkan geng lain yang merupakan musuhnya… tapi aku menolak… dan aku balik mengancam mereka untuk tidak menggangguku lagi… dengan begitu tidak ada lagi geng yang berani menggangguku…

sedang jika aku melihat para geng itu melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya atau aku benci… tentu saja aku tidak tinggal diam… terlebih jika itu tindakan kriminal… dan seringkali mereka menghentikan tindakan mereka itu sebelum aku turun tangan dan mereka lantas pergi…

begitulah aku seperti sesosok momok menakutkan bagi mereka para geng itu… namun di sisi lain aku seperti sesosok malaikat penolong bagi mereka yang sering menjadi korban para geng itu…

mungkin aku sudah menghadapi seluruh geng di kota ini… dan seluruh geng di kota ini pasti tau siapa aku… tapi ternyata aku keliru… aku yang sebelumnya berpikir bahwa semua geng di kota ini adalah geng yang selalu mengarah ke hal yang negatif… bahwa semua geng di kota ini adalah geng yang jahat… tapi ternyata itupun aku keliru… ternyata ada satu geng di kota ini… yang meskipun penampilan mereka sama seperti halnya geng-geng lainnya… tapi ternyata mereka bukanlah geng seperti halnya geng yang lainnya… bahkan mereka adalah lawan dari geng-geng yang lainnya seperti halnya aku sering melawan mereka, para geng yang sering berbuat onar itu…

^(-.-)^

suatu kali saat pulang sekolah… aku lewat jalan lain yang belum pernah aku lewati selama ini… sengaja karena aku ingin mampir dulu ke rumah temanku untuk mengembalikan buku yang lupa aku kembalikan padanya, semestinya aku kembalikan padanya kemarin… aduh… dia pasti marah padaku… karena dia sangat memerlukannya…

dalam perjalanan aku melihat segerombolan anak laki-laki yang memakai pakaian sma sedang mengerumuni dua orang anak perempuan yang kelihatannya ketakutan… aku tau… mereka adalah geng salah satu sekolah yang sering sekali mengganngu anak perempuan… akupun tidak mungkin tinggal diam melihat hal itu…

“ada apa ini…?” seketika aku menghentikan tawa geng itu yang kelihatannya sedang menikmati perbuatan mereka…

“lo lagi…” kata seorang dari geng itu… “mending lo jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh…” katanya…

Aku menerobos kerumunan mereka, berada di tengah mereka lalu menarik lengan kedua anak perempuan itu untuk menjauhkan dari mereka… beberapa diantara mereka berusaha menghalangi apa yang aku lakukan… tapi dengan beberapa jurus aku langsung menjatuhkan mereka… lalu menyuruh kedua anak perempuan itu pergi dari tempat itu…

Plak… plak… plak… “hebat… hebat… jadi ini… sang pahlawan itu…” seseorang tiba-tiba keluar dari lorong gang dengan bertepuk tangan untukku… aku belum pernah melihat dia sebelumnya bersama geng ini… tapi sepertinya dia adalah bagian dari geng tersebut…

Terlihat dengan kedatangannya dengan senyum di wajahnya, di sambut dengan senyum di wajah teman-temannya yang lain… penampilannya kelihatan rapi memakai kacamata hitam… sangat berbeda dengan penampilan teman-temannya yang lain…

“kali ini lo bakalan bener-bener nyesel udah berani-berani ama kami… geng kolor ijo… iya nggak temen-temen… huahuahuahuahuahuahua…” kata salah seorang di antaranya dan disambut tawa yang lainnya… sedang aku hanya diam saja menyaksikan mereka…

“uph..!” tiba-tiba anak yang berpakaian rapi itu memukul anak yang berkata-kata tadi… dan yang lainnya pun terdiam… akupun terkejut dengan apa yang dia lakukan…

“umhhh… perkenalkan… namaku ricky… aku adalah pemimpin geng ini…” katanya sambil melepaskan kacamata hitamnya dan disambut oleh anak buahnya… “dan aku sudah lama mendengar namamu… tapi baru sekarang aku mendapatkan kesempatan bertemu secara langsung denganmu… merupakan suatu kehormatan kalau kamu mau sedikit bersenang-senang denganku… dengan keahlianmu tentunnya… hummhh..?” katanya melirikku dengan mengangkat alisnya… menantangku…

“sebenarnya aku tidak punya waktu… ada hal lain yang lebih penting yang harus kuselesaikan..” kataku sambil berpaling, berniat akan meninggalkan mereka… tapi tiba-tiba ricky menyerangku secara langsung… namun secepat kilat secara refleks aku pun langsung menangkis serangannya… dan terjadilah pertarunganku dengannya saat itu…

Ternyata ricky tidak bisa dianggapa remeh… dia sungguh lawan yang sangat kuat dan tangguh… jurus-jurusnya pun mematikan… aku sampai kewalahan melawannya… baru kali ini aku bertarung dengan seseorang yang seimbang atau malah mungkin lebih dari aku… karena ketika aku merasa mulai kelelahan,.. aku melihat ricky masih begitu segar dan santainya… dan pada kesekian jurus kemudian… “ugh…” aku terkena pukulan di ulu hatiku… begitu kuat sampai aku tidak bisa bernafas…

Dan beberapa jurus kemudian… brugh..! “ugh…” mulutku berdarah dan dia berhasil menjatuhkanku…

Ah… seketika pandanganku kabur… “hemh… ternyata Cuma segini kemampuan orang yang sering menjadi buah bibir para geng di kota ini… heh..?!” katanya mengejekku…

“hidup bos..!!” teriak salah seorang anggota geng… “memang geng-geng di kota ini semuanya cuman pecundang… “terbukti… orang yang mereka takuti ternyata tidak ada apa-apanya dengan bos…” katanya… “hidup bos…!!” teriak yang lainnya…

Sedang aku masih bisa bertahan… mencoba untuk bangkit kembali… aku mencoba untuk mengatur nafas dan memulihkan keadaanku kembali… “hup...!” aku mencoba mengumpulkan tenaga dalamku… “huhhh…”

Aku berdiri kembali… “hemh… masih kuat juga rupanya…” katanya meremehkanku…

Aku dalam posisi siap bertarung kembali memasang kuda-kuda… dia pun juga melakukannya… “hiat..!” seruku menyerang duluan… dan terjadilah kembali pertarunganku dengannya…

Namun kondisiku yang sudah kurang fit, sedang kondisi ricky yang masih nampak segar dan santainya sehingga hanya dalam beberapa jurus saja aku tersungkur kembali… “argh..!!!” kali ini tendangan ricky menghantam dengan telak wajahku… dan dengan bertubi-tubi dia menghantam perut, punggung dan tulang rusukku…

Brugh,..! aku kembali tersungkur dengan wajah berlumuran darah… dan aku mulai kehilangan kesadaran…

Bersambung…

penasaran mau tau kelanjutannya...?
tunggu aja yah...
jangan lupa komentarnya...
huehueheuheueheheheueu... v ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar