sang monster batu dan si boneka cantik

Pria itu menangis setelah bangun dari tidurnya… apa yang telah terjadi hingga membuat pria itu menangis..? sang mimpilah yang telah membuat pria itu menangis... sang mimpi telah membuat pria itu menangis dengan sebuah cerita yang telah didongengkan padanya…

Sebuah cerita..? dongeng..? yang membuat pria itu menangis..? memangnya cerita dongeng seperti apa itu...??

^(-.-)^

Boneka itu imut dan cantik.. setiap anak perempuan yang melihatnya pasti akan jatuh cinta padanya… tapi mengapa dia tergeletak di sana..? di sudut jalan itu…?

Saat itu batu-batu berterbangan ke segala arah… seperti halnya sebuah bom meriam yang ditembakkan atau malah meteor yang jatuh… menghantam apapun yang mengenainya… hingga bangunan-bangunan pun jebol terkena hantaman batu-batu itu…

Yah… saat itu sedang terjadi perang… perang yang mencuat dari dalam bumi… perang para monster batu… hingga ke permukaan bumi… kediaman para manusia…

Para manusia pun kisruh… mereka berlarian ke segala arah untuk menyelamatkan diri…

Sedang boneka itu hanya diam saja di sana… dengan tetap tersenyum dia berharap akan ditemukan lagi oleh nyonyannya… dipungut dan dibawa pergi dari tempat itu…

Dan kemudian tiba-tiba ada sebongkah batu yang mengarah kepadanya… dhuarr!!!

Si boneka kaget sambil memejamkan matanya… dia pikir dirinya sudah hancur lebur… tapi ternyata tidak… ada sesosok yang besar di sana yang melindunginya… sesosok besar itu kemudian melirik ke arahnya, ke arah boneka itu…

“sedang apa kamu di sana…?” tanyanya dengan suara besarnya yang tertahan, yang ternyata dia adalah salah satu monster batu…

“uhm… aku menunggu nyonya…” jawab si boneka dengan suara kecilnya sambil tersenyum… senyum yang sungguh menawan… terasa damai sekali senyum itu… sang monster batu pun merasa nyaman dengan senyum boneka itu…

“menunggu nyonya…? Tapi sudah tidak ada orang lagi di daerah ini…” kata sang monster batu… ia kini berpaling menghadap si boneka kecil itu… lalu mengulurkan tangannya… “ikutlah denganku…” katanya dengan wajah dingin…saat itu sepertinya perang sudah selesai meninggalkan korban manusia, monster batu, dan juga reruntuhan bangunan…

“umh… kemana..?” tanya si boneka, tetap dengan senyumnya…

“… jalan-jalan…” katanya setelah beberapa saat terdiam… dengan wajah yang tetap kaku dan tidak pernah berubah…

Si boneka merasa senang karena ia memang senang jalan-jalan… “umh...!” angguk si boneka…

Lalu sang monster batu yang besar itu menggandeng si boneka cantik yang kecil itu… dalam perjalanan banyak sekali para monster batu yang lain yang tergeletak hancur, tidak utuh… dan juga darah dan mayat-mayat para manusia diantara puing-puing bangunan… seketika si boneka bergidik… ngerih.. lalu ia memeluk kaki sang monster batu… dan memejamkan matanya…

Sang monster batu seolah mengerti kalau si boneka cantik tidak mampu melihat pemandangan seperti itu… maka digendongnyalah si boneka kecil… dengan si boneka kecil menutupi wajahnya sendiri… lalu mereka melanjutkan perjalanan…

Setelah berjalan jauh dari tempat itu… mereka melewati sebuah taman bunga yang cukup luas… si boneka cantik pun mulai membuka wajahnya… “uwah… indahnya...!” serunya…

Sang monster batu seperti mengerti bahwa si boneka ingin turun dari gendongannya… lalu dia menurunkannya… si boneka cantik senang sekali… kemudian dia berlari-lari di taman itu… berputar-putar dan menari… menciumi bunga-bunga di taman itu… dan mengejar-ngejar serangga-serangga yang berterbangan di sana… sedang sang monster batu hanya diam saja melihat tingkah si boneka kecil… kemudian dia memutuskan untuk duduk di tanah…

Meski sang monster batu tidak turut bertingkah seperti si boneka kecil… namun dia seperti juga merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan si boneka kecil… kemudian si boneka kecil kembali kepadanya lalu mengkalungkan kalung bunga pada si monster batu… si monster batu hanya diam saja… sedang si boneka cantik tersenyum… “umh…” gumamnya… kemudian mereka melanjutkan perjalanan…

Siang itu pun berlalu… berganti malam… saat itu perjalanan mereka sampai di hutan yang gelap… sang monster batu dapat merasakan getar ketakutan si boneka kecil yang berada di gendongan pundaknya sejak memasuki hutan itu… lalu sang monster batu duduk di tanah dan menyalakan api dengan memukulkan kedua tangannya yang menimbulkan percikan api pada ranting-ranting kayu… lalu menyuruh si boneka kecil untuk tidur di pangkuannya… dan si boneka kecil pun tidur…

Begitulah perjalanan mereka hingga sampailah di suatu desa… saat itu mereka melewati sebidang kebun apel yang rindang… si boneka kecil berlari-lari di kebun itu… dan tanpa sengaja dia bertemu dengan seorang anak kecil… anak perempuan… “wuah… lucunya..!” seru anak perempuan itu… sedang si boneka cantik tersenyum melihatnya… “umh,..” gumamnya…

Tapi tiba-tiba wajah si anak perempuan yang tersenyum melihat si boneka kecil berubah menjadi ketakutan dan tiba-tiba dia berteriak… “ahhhh!!!” serunya.. kemudian berlari… meninggalkan si boneka kecil… si boneka kecil terkejut.,.. ada apa..? pikirnya…

“emhh,.. sepertinya aku menakutinya…” kata sang monster batu dengan suara beratnya yang khas… si boneka kecil kemudian menoleh ke arahnya… “umh…? Kenapa dia takut…?” tanya si boneka kecil…

“dia takut karena melihat rupaku yang buruk…” katanya… “umh.. tapi kamu kan baik…” kata si boneka kecil dengan senyumnya yang khas…

Sang monster batu tau kalau si boneka kecil sebenarnya ingin bermain dengan anak perempuan itu… “kamu senang dengannya..? kamu ingin bermain dengannya…?” tanya sang monster batu yang tak pernah tersenyum itu… “umh…” angguk si boneka kecil lemah…

“kalau begitu temuilah dia… kelihatannya dia anak yang baik…” kata sang monster batu… “ahh…!” si boneka kecil terkejut dengan perkataan sang monster batu… “kamu sendiri…?” tanya si boneka tetap dengan senyumannya…

“memangnya kamu mau dia ketakutan lagi melihatku…” jawab sang monster batu… “pergilah… mungkin sampai di sini saja jalan-jalan kita… tapi kalau nanti kamu mau jalan-jalan denganku lagi… hentakkan saja kakimu ke tanah tiga kali sambil memanggilku tanpa bersuara…” kata sang monster batu… “dan satu hal lagi… jadilah teman bermain yang baik yah…” tambahnya kemudian…

“tapi..?” si boneka kecil ragu-ragu… “pergilah…” kata sang monster batu…

Seketika si boneka kecil yang cantik itu memeluk kaki sang monster batu yang besar… “umhh… iya…” katanya… kemudian dia pergi meninggalkan sang monster batu…

Si boneka kecil pun bertemu kembali dengan anak perempuan itu… lalu anak perempuan itu memungutnya dan membawanya pulang ke rumah… sementara di kejauhan sang monster batu hanya bisa memandangnya dengan tubuh kaku dan wajah dinginnya… setelah itu dia pergi menuju ke kedalaman tanah tempat kegelapan hatinya…

^(-.-)^

Seperti itulah kiranya dongeng yang telah diceritakan sang mimpi kepada pria itu…

Seperti itu…? Cerita itu mungkin memang terdengar sedih… tapi aku masih belum bisa mengerti bagaimana mungkin hanya dengan mendengar cerita seperti itu sampai membuat pria itu menangis terisak-isak seperti itu… aku tidak habis pikir…

Engkau tahu mengapa…?

Karena setiap airmata yang tidak diteteskan oleh sang monster batu ataupun si boneka kecil yang cantik dialah yang menggantikannya… karena sang monster batu ataupun si boneka kecil yang cantik tidak akan pernah meneteskan airmata… meski seberapa sedih atau bahagia pun yang mereka alami… sedang cerita yang baru saja diceritakan hanyalah sebagian cerita dari perjalanan mereka saja… engkau bahkan tidak tau seberapa panjang dan lamanya sebenarnya perjalanan mereka… apasaja sebenarnya yang telah mereka lalui bersama selain dalam cerita itu… seberapa dekatnya antara sang monster batu dengan si boneka kecil…

Dan.. yang paling membuat pria itu lebih tersiksa hingga dia menangis sampai seperti itu adalah… sang mimpi tidak hanya sekedar menceritakan dongeng itu saja kepadanya… tapi sang mimpi juga telah menuliskannya dengan mengukirkan kisah itu di dinding-dinding hati pria itu… sedang setiap ukirannya akan mengalirkan darah yang begitu pedihnya…

Sekarang apakah engkau mengerti…?

Elfilo, 1 oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar