PENA AFIL


Cerita adalah gerak ruang dan waktu. Dan diantara ruang dan waktu itulah seorang bocah dengan nama kecilnya Afil memberikan penanya untukku.

-=(f)=-

Bocah bermata bening yang lugu. Apakah kiranya yang akan kau lihat seandainya engkau pinjamkan matamu itu padaku. Ouh.. Yah... Pastilah kegelapan, karena matamu ada padaku.. Bodohnya aku. Kalau begitu engkau pakailah mataku, kita bertukar mata.

Sementara aku mengagumi keajaiban kecilmu dengan memakai matamu. Kulihat engkau mulai meneteskan airmata dengan mataku. Hendak ku tanyakan pertanyaan bodoh mengapa engkau menangis, sedang telah ku ketahui jawabannya dari wajahmu yang bingung lalu mengusap airmata itu seolah-olah baru pertama kali itu kau melihat airmata. Tentu saja, siapapun yang memakai mata yang menyimpan banyak luka itu pasti akan meneteskan airmata, bodohnya aku. Sudahlah.. "Sekarang ceritakanlah padaku apa yang kau lihat?"

"Malam... Aku melihat malam.. yang begitu sepi, hening dan tenang. Ada ribuan bintang yang indah di langitnya" katamu seraya melihat bintang-bintang indah di langit malam itu. Sedang aku merunduk memandang ke tanah dengan matamu sembari mendengarkanmu.

"Benarkah..? Lalu apa yang kau rasakan...?"

"Engkau masih bertanya apa yang aku rasakan?" katamu seraya melepas mataku yang kau kenakan lalu mengembalikannya padaku dan meminta matamu kembali. Lalu engkau memberikan sesuatu padaku seraya berkata "Kau akan tahu" kemudian kau menghilang di balik ruang dan waktu.

-=(f)=-

Aku terbangun. Ku lihat jam menunjukkan pukul 2 pagi. Aku merasakan ada sesuatu dalam genggaman tanganku lalu aku melihatnya. Sebuah pena.


31 januari 2012, fil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar